Article Detail


Semarak Imlek 2021 Rajut Persatuan dan Toleransi di Masa Pandemi Covid-19


Surabaya – Semarak Imlek 2021 masih menggema pada Jumat, 19 Februari 2021. Dalam kesempatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Bahasa Mandarin hari ini, SMA Santo Carolus Tarakanita Surabaya turut memeriahkan dan menambah wawasan tentang Tahun Baru Imlek.
PJJ Kelas X ini mengundang guru tamu Nadia Astarini SE., M.Si. Nadia merupakan alumni SD Santo Carolus (2003) dan SMP Santo Carolus (2006). Saat ini ia aktif mengajar Bahasa Mandarin di beberapa sekolah di Surabaya.
Rochmalika, S.Pd. (Guru Bahasa Jepang SMA Santo Carolus dan Guru Ekstrakurikuler Bahasa Mandarin) yang bertindak sebagai moderator mengawali PJJ dengan sedikit materi, seperti cara mengucapkan “Saya ingin bertanya kepada kamu” dalam Bahasa Mandarin dengan nada yang benar. Lika, panggilan akrabnya, menjelaskan jika salah nada maka orang akan salah tafsir atau menganggap tidak sopan.
Selain itu Lika juga menjelaskan Hanzi, aksara yang digunakan dalam penulisan Bahasa Mandarin. Untuk membaca Hanzi perlu yang dinamakan pinyin dan nada.
Banyak wawasan baru yang diberikan oleh Nadia. Di awal materinya Nadia menerangkan beberapa istilah dalam Bahasa Mandarin yang sering digunakan saat Tahun Baru Imlek, antara lain: Imlek, Xin Cia, dan Zhong Guo Xin Nian.
Menurut guru lulusan S1 Manajemen Pariwisata Universitas Kristen Petra dan Magister Psikologi Sains Universitas Surabaya itu, kata Imlek adalah dialek Hokkien (dalam Bahasa Mandarin, Yin Li.) yang artinya kalender bulan. Jadi untuk pengucapan bukan “Selamat Imlek”, tetapi “Selamat Tahun Baru Imlek” (Chinese Lunar New Year).
Untuk kata “Xin Cia” – ini adalah kata dalam dialek Hokkien yang artinya bulan baru atau bulan pertama di tahun baru. Sementara “Xin Nian” atau “Zhong Guo Xin Nian” memiliki arti Tahun Baru China.
Tahun Baru Imlek 2021 ini memasuki tahun kerbau. Menarik bahwa Nadia menceritakan legenda tentang Shio: mengapa ada shio, mengapa urutannya shio kerbau setelah shio tikus, mengapa tidak kerbau dahulu baru kemudian tikus, mengapa ada 12 shio, dan penggunaan nama binatang serta urutannya.


Menurut Nadia, orang China dahulu tidak mengetahui berapa usia mereka. Lalu mereka menghitungnya dengan tahun binatang. Dalam legendanya, Kaisar Giok menitahkan perlombaan para hewan. Hanya diambil 12 hewan yang lebih dahulu mencapai garis finish. Urutan mencapai garis finish itulah yang menjadi urutan shio.
Nadia juga menambah wawasan para murid dengan tradisi-tradisi yang dilakukan menjelang imlek, antara lain: membersihkan rumah untuk menyingkirkan nasib buruk lama dan membuat jalan baik baru bagi masa depan, potong rambut, hongbao, makan malam bersama, hingga sembayangan tutup tahun.
Di akhir PJJ Monica Clarissa, perwakilan murid kelas X, mengungkapkan perasaan senangnya karena mendapat wawasan tentang Imlek secara lebih spesifik. Sebelumnya ia hanya mengetahui perayaan dengan tarian Barongsai.
. . . . .
PPDB Online dapat dilakukan di http://surabaya.tarakanita.sch.id/ 
. . . . .
Media online: http://wil-surabaya.tarakanita.sch.id/ 
Media pembelajaran: http://tarakanitasby.web.id/ 
Media sosial
- Instagram: https://www.instagram.com/tarakanitasurabaya/ 
- Youtube: https://www.youtube.com/c/HumasTarakanitaSurabaya 
- Facebook: https://www.facebook.com/yayasantarakanita.wilayahsurabaya 
#tarakanitasurabaya #yayasantarakanita #cerdasberintegritas #dirumahsaja #tksantocarolus #sdsantocarolus #smpcarolussby #smacarolussby #tkkartinisurabaya #sdrakartini #sdsantoyosefsurabaya #smpsantoyosefsurabaya #tk #sd #smp #sma #sekolahsurabaya #sekolahkatolik #sekolahkatoliksurabaya #pembelajaranonline #pjjonline #pembelajaranjarakjauh #pendidikan #pendidikananak #pendidikankarakter #pendidikanindonesia #belajardirumah #sekolahunggulan #edukasionline


Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment